Nov 15

Resiko

apa yg lw ketahui soal resiko?

Ternyata yang benar itu risiko,bukan resiko.liat di kamus gitu, artinya akibat yang kurang menyenangkan (merugikan,membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan.

Berarti risiko itu selalu ga enak, makanya jarang ada orang yang ambil.jarang ada orang yang berani berkorban atau apapun namanya untuk bersinggungan ama tuan da nyonya risiko.

Kira2 da hubungannya ga dg berubah/perubahan dengan ambil risiko?

Jelas ada,kalo pada awalnya kita berada di zona nyaman kita, dengn ga ambil risiko, maka bakal mentok disitu aja,masalah lw bakal itu2 aja, setuju ga?

Makanya kita dituntut untuk berubah dan ambil risikonya, yang pasti bakal g enak, namanya juga risiko.

Balik lagi ke hubungan berubah/perubahan dengan ambil risiko,kenapa kita harus berubah? Kita agak2 gterlalu suka dengan kata berubah, karena kita bakal menyeruak keluar dari zona nyaman kita,bukan? Beradaptasi istilah lainnya.kayak di sekolah baru, kampus baru, tempat kerja baru, pacar baru, tongkrongan baru, apapun yang baru kita temui. Berubah karena banyak faktor, usia, pola pikir, lingkungan,takdir, nasib,dll. berubah karena kita hidup, dan berkembang secara sosial.manusia makhluk sosial kan.

Haruskah kita berubah?gw setuju apa kata babi.haruskah?ga harus.tapi mau ga mau pasti berubah.ya untuk menyesuaikan keadaan sekitar kita itu tadi..suka ga suka, lw bakal ketemu sama keadaan itu, cepat atau lambat,mau ga mau,karena lw da dalam lingkaran itu atau lw yang pergi, gitu kan?tapi suatu hari nanti baik dengan pola (masalah)yang sama atau ga, lw bakal ketemu lagi sama konsep berubah atau beradaptasi.

Berubah bakal jedotan sama tuntutan. sekitar (baca:keluarga, lingkungan, pacar,temen2,dsb) lw nuntut sesuatu, lw yang beradaptasi,dan sebaliknya.

Babi bilang,risiko itu sesuatu yang harus ada dalam pemikiran lo kalo lu mau dibilang dewasa. Dan dewasa adalah suatu pilihan kan.lw mau jadi dewasa atau ga. Ga usah nunggu sampe umur lw jadi 30 atau da yang ngejar2 ngajakin lw nikah baru mikirin hal2 gitu. keluar dari comfort zone, gmana caranya?dah jadi kebiasaan kita bernyaman2 ria disana? monyet bilang, kebiasaan kan bisa di ubah. BAGAIMANA,nyet? Q! bilang, dinosurus doang yang ga berubah, makanya mereka punah.hahahaha.kasian banget tuh dinosaurus.Q! juga bilang,risiko cuma ada dkepala kita, hal yang baik/buruk punya risiko yang juga baik/buruk.malah mnrut dia risiko itu cuma ilusi.tambah bingung kan?

Tulisan sok tau di atas bukan wat ngajrin siapa2.buat gw aja.sama sekalian belajar untuk memulai kembali.memulai yang sudah dimulai, banyak hal, termasuk menulis seperti ini, biar seimbang otak gw.menulis juga tuntutan.ya tuntutan! Tuntutan beberapa teman, yang gw cekokin dengan ayo nulis atau nulis yuk! Saat gw bhasil memotivasi mereka, malah gw yang tertinggal, hehehe,termasuk tertinggal soal buku bagus.gw akan mengejr ketinggalan gw.keluar dari comfort zone, ambil risiko, jauh dari nyaman, tapi mudah2n hasilnya sempurna,

sebab hidup tak bisa menunggu

*wat babi, monyet, dan Q! (identitas dirahasiakan), terimakasih wat sms2 g penting gw semalem,

xoxo,.pasukantandabaca.

Nov 02

bukan tulisan gw.

lw klik disini aj

http://www.pandji.com/understanding-women-law-long-ass-writing/

Oct 26

malam ini ku sendiri

menantikan esok hari

melihatmu oh penari

penari engkau menari

diterpa angin menari

sana

sini

sampai mati

ingin hati ikut serta

bersama di atas sana

bersama kita berdua

kerasan aku rasanya

berdua kita melayang

melayang di awang-awang

layang

jauh

sampai bulan

penariku telah pergi

tingalkan aku sendiri

pergijauh

ku sendiri

*penarilangit..naifband..*

Oct 06

dan sepi menjadi pemenangnya,

ia kalahkan rindu

ia kalahkan kekuatan kotak mesin bertombol angka-angka untuk berdering

ia kalahkan kantuk

ia kalahkan pusingnya kepala karena titik hujan senja tadi

perempuan itu hanya terdiam

berputar-putar di rumahnya

bergantian waktu menaiki dan menuruni tanak-anak tangga yang menjerit

siapa peduli?

rasakan!!!

ini akibatnya,,,

perempuan itu berbisik lirih

tinggalkan aku sendiri menikmati sepi

puluhan jam yang lalu aku mampu

lain kali aku harus mampu

karena rindu pun sudah kukalahkan

dan hujan sepi sedang dinikmati

Aug 04

Dengarlah bisikkku
Saat ku merindumu
Tetes air mata
Tak dapat sembunyikan rasa
Cintaku untuk dirimu

Pre cho:

Bilakah kau tau
Ketika kau jauh
Menangis hatiku
Saat kumemanggil namamu
Tiada lagi hadir untukku..oh

Reff:
Bila ku katakan kini
Arti hadirmu disini
Mungkinkah kau kan kembali
Bersama denganku

Beri cinta waktu
Untuk memahami
Untuk meyakini
Bila esok yang kan terjadi
Semua indah yang terjalani

Pre cho:

Reff:

Interlude:

Dengar bisikku
Ku merindumu
Kini kau jauh menangis hatiku
Masih adakah ruang hatimu
Untukku kembali..oh

Beri cinta waktu
Untuk meyakinimu..

by maliq and d essentials

sedih bener kl denger lagu itu, dengan suara angga yg menyayat hati

lalu,
g da hubungannya ma lagu itu (mungkin), gw baca di sini
sekarang saya mengerti, dan setidaknya ini adalah kebenaran bagi saya:
kita tidak bisa membahagiakan orang lain sebelum kita sendiri bahagia.
Satu buku yang sangat terkenal, “Celestine’s Prophecy”, juga bicara
soal ini. Kita harus “penuh” dulu sebelum bisa “memenuhi” orang lain.
Cinta bukanlah dependensi, melainkan keutuhan yang dibagi.
smoga dia merasa utuh bersama saya.i wish.

Aug 01

aku adalah sang perusak pagi
kalian tau itu?
tentu saja tidak.
karena aku tidak merusak pagi kalian.
tapi paginya, pagi miliknya.

"tidak mungkin", begitu kata salah satu dari kalian.
"tentu saja", kataku

dia pernah bilang begitu padaku. tidak sekali.entah berapa kali.
hingga membuatku menjuluki diriku sendiri Perusak Pagi.
hati-hati denganku di pagi hari.

karena

aku adalah pecinta malam
kalian tau itu?
mungkin saja
tapi malam tahu betul aku begitu mencintainya
tak ada hal lain selain tuhan dan diriku sendiri (yg sombong ini )yang begitu ku cintai seperti itu
bahkan kekasih bila aku memilikinya (nanti)
aku adalah pecinta malam
malam yang gelap
malam yang hening

malam diciptakan untuk cinta
pada malamlah kita mengadu atas sepi, lelah, penat bahkan bosan
pada malam kita hirup udaranya, dekap dinginnya
mencari bintang-bintang yang entah kemana
sambil menghisap dalam tembakau yang terbakar
berpikir
merenung
lalu kau lihat bulan purnama malam itu

"cantik", katamu
lalu, aku berkata "sayang, ia sendirian, tapi ia besar pasti ia kuat", celotehku seperti mengasihani diriku sendiri

dan malam diciptakan untuk cinta
meski kau sendiri

sendirian.

dan aku tetap sang perusak pagi.

Jul 26

apa kata langit kotamu tentang aku?
langit malam.
apa katanya?
sudahkah kau sampaikan salamku untuknya?
untuk langit malam kotamu.
apa katanya?
apa katanya tentang laki-laki pengukur jalan?
apa katanya tentang debu-debu di jalan?
apa katanya tentang matahari ibukota?
atau tentang matahari kotamu?
apa katanya?
apa katanya tentang rindu?
tahukah ia tentang 5 huruf penuh jebakan itu?
apa kata langit malam kotamu?
apa katanya tentang mesin pemberi pesan-pesan pendek?
berfungsikah?
bergunakah?
lalu,
apa katanya tentang 13 menit malam itu?
apa?

Jun 29

diriku mengira2 malam itu,,
apakah merindukanku
apakah ingin aku banyak berkata-kata banyak seperti biasa
atau
apakah lebih suka jika aku seperti ini
menutup mulut
tak berkata apa-apa
tak bercerita

maka,
malam itu saat telah lewat malam kurasa
aku membangunkannya
saat ia tidur
terdengar suaranya yang berat, begitu lelah tampaknya
ingin ku tanya pertanyaan2 ku tadi
tapi ini sudah larut

mungkin aku tau jawabnya nanti
saat aku tau
ia ingin aku tetap bercerita dan berkata-kata banyak
seperti biasa

*banyak omong*

Jun 03

apa yg terjadi pada hari dan malam mu 24 jam  yang lalu?

kau khawatirkan aku?

rindukan aku mungkin?

terbersit membalas pesan2ku?

apa yang kau tahu tentangku 24 jam yang lalu?

khawtirkah aku padamu?

rindukah aku padamu?

lalu kenapa terus ku kirim pesan2 itu?

May 21

makhluk tuhan paling seksi menyebalkan,,

pernah aku baca dalam lembaran2 hidup mu
"kenapa kau selalu berikan aku titik saat aku butuh penjelasan dengan panjang lebar, kenapa tidak koma…"
semalam, saat mulut kurang ajar ku, ingin menceracau banyak kisah, lidah ku kelu, kau tiupkan peluit panjang, seolah2 waktu berbicara habis sudah,,

sekarang siapa yg terjebak dalam cermin rentang waktu dan jarak, dan sibuk menyusuri rel?

kenapa tak sebaiknya kita berjanji bertemu di stasiun terdekat, kmd menyusuri rel bersama,
atau seperti biasa,
menikmati senja di stasiun berwarna hijau yg norak dan
mendengarkan kisah masing2
kisah mu
kisah ku

yang terentang jarak dan waktu
karena aku
tak keberatan
untuk
menghabiskan waktu
mendengarkan

cerita mu